Data pribadi adalah aset penting di era internet. Sayangnya, banyak pengguna remaja belum menyadari betapa berharganya informasi seperti nomor telepon, email, atau foto profil. Situs ilegal seperti “bandar toto” sering memanfaatkan kurangnya kesadaran ini untuk mengumpulkan dan menyalahgunakan data pribadi.
Situs semacam ini biasanya meminta pengguna membuat akun, memasukkan data identitas, atau mengunggah dokumen. Padahal, mereka tidak memiliki perlindungan keamanan apa pun. Data yang masuk bisa dijual ke pihak ketiga, digunakan untuk spam, atau bahkan dipakai dalam pemerasan digital.
Beberapa situs juga menyisipkan malware—program berbahaya yang bisa mencuri file, merekam aktivitas layar, atau mendapatkan akses ke akun media sosial. Data yang dicuri dapat digunakan untuk mengambil alih akun, yang kemudian dipakai untuk menipu orang lain.
Selain pencurian, situs ilegal sering melakukan phishing, yaitu membuat halaman mirip bank atau dompet digital untuk mencuri kata sandi. Pengguna yang tidak berhati-hati bisa dengan mudah memasukkan informasi sensitif.
Karena itu, penting bagi remaja untuk memahami cara melindungi data pribadi: tidak memberikan info sensitif ke situs tidak resmi, menggunakan password kuat, mengaktifkan verifikasi dua langkah, dan hanya mengunduh aplikasi dari sumber tepercaya.
